Kuliah Umum Oleh KH. Hasan Abdullah Sahal – Jas Merah dan Sampah Perjuangan – IKPM Gontor Aceh
Wednesday , October 21 2020
Home / Tausiah Pimpinan / Kuliah Umum Oleh KH. Hasan Abdullah Sahal – Jas Merah dan Sampah Perjuangan

Kuliah Umum Oleh KH. Hasan Abdullah Sahal – Jas Merah dan Sampah Perjuangan

– Jas Merah. Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. Membaca lalu untuk mewujudkan cita-cita masa depan, bukan untuk mengagungkan atau menyesali masa lalu. Orang yang mengagungkan masa lalu, atau menyesali masa lalu, tidak kreatif, akan tersungkur. Masa Lalu untuk membina Masa Depan. Itulah yang namanya Kemodernan.

– Apabila orang mengajar dengan metode lama akan berhasil, tapi berhasilnya lama. Orang mau ke jakarta jalan kaki akan sampai, tapi lama. Itu bukan modern.

– Tahun 1882, lahirnya HOS Cokroaminoto. Wafat tahun 1934. Jadi umurnya 52 tahun. Tokoh pendiri Sarekat Islam.

– Tahun 1884, H. Agus Salim lahir. Wafat 1954. Jadi umurnya 70 tahun.

– Tahun 1888, KH. Abdul Wahab Hasbullah lahir. Wafat 1971. Jadi umurnya 83 tahun.

– Tahun 1896, KH. Mas Mansyur lahir. Wafat 1946. Beliau yang mengilhami Pondok Syanggit pada awal abad 19, sehingga Syanggit berjaya dan alumni-alumninya berhasil mendirikan universitas-universitas ternama.

– Tahun 22 Juni 1901, KH. Ahmad Sahal lahir. Wafat 9 April 1977. Jadi umur 76 tahun

– Tahun 1905, KH. Zainuddin Fananie lahir. Wafat 1967. Umur 62 tahun.

– Tahun 1910, KH. Imam Zarkasyi lahir. Wafat 1985. Umur 75 tahun.

– Gontor ada apa, waktu itu yg hidup siapa, bagaimana keadaannya? Yang terpenting adalah gerakan. Gerakan terang-terangan atau gerilya sudah dimulai oleh assabiquunal awwalun.

– Tahun 1900.an ada SDI (Sarekat Dagang Islam), kemudian menjelma menjadi SI (Sarekat Islam, menjelma menjadi PSI (Partai Sarekat Islam), menjelma menjadi PSII (Partai Sarekat Islam Indonesia).

– Gontor dulu pimpinannya sudah berpolitik dan berormas. Kalau kita berpolitik, berarti kita mundur ke belakang. Karena Gontor sudah pernah masuk politik dan berormas, lalu keluar hingga sekarang. Jadi, apabila ditanya, “Kenapa Gontor tidak berpolitik?”. Jawab, “Sudah Pak, dulu.”

– KH. Abdul Wahab adalah pimpinan pondok di Jombang. Di Surabaya ada konferensi Islam Internasional Cabang Indonesia Timur, pengikutnya : wakil dari Ponorogo Madiun adalah KH. Ahmad Sahal, wakil dsri Jombang adalah KH. Abdul Wahab Hasbullah. Pada saat itu KH. Ahmad Sahal belum punya pondok, KH. Abdul Wahab Hasbullah belum punya pergerakan. Oleh karena itu, mereka bertemu KH. Abdul Wahab bersama teman-temannya mendirikan Nahdlatul Ulama. KH. Ahmad Sahal pulang memproyeksikan pergerakan itu menjadi pendidikan, dan didirikanlah pondok pesantren. Makanya NU dengan Gontor berdiri di tahun yang sama. Namun Gontor belum memproklamirkan pendirian pondoknya. Dan pada tahun 1926 lah ada Kyai, santri, asrama, dan pendidikan.

– Tahun 1930.an, trimurti bermusyawarah dan bekerja terus, kebersamaan selalu bersama mereka. trimurti melihat modernisasi, masa depan, dan tidak puas melihat apa yang dicapai. Diadakanlah rapat di Palembang. Diputuskan KH. Imam Zarkasyi disekolahkan di Padang. Karena cara pengajaran di Gontor masih dengan cara yang lama dan kuno, KH. Imam Zarkasyi lah yang memodernisir sistem tersebut, hasil pembelajaran beliau di Padang Panjang.

– Tahun 1936, ada kyai, santri, pendidikan, asrama, dan kemodernan.

– Tahun 1940, masuk KH. Idham Kholid ke Gontor.

– Tahun 1945, Proklamasi Republik Indonesia.

– Tahun 1947, sejarah mencatat kelahiran KH. Hasan Abdullah Sahal.

– Tahun 1947-1948, aman tentram.

– Tahun 1951, peringatan Seperempat Abad.

– Tahun 1958, Peringatan 4 Windu, penyerahan wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor.

– MAKA, nilai-nilai ini tidak boleh diselewengkan, disampingkan, bahkan ditinggalkan. Jangan ada deviasi, penyimpangan. Pondok ini pondoknya seluruh Umat Islam seluruh dunia. Bukan pondoknya tokoh masyarakat, bukan pondoknya perusahaan, bukan pondoknya UNESCO. Bendera kita tetap, lagu kita tetap, dan ini bukan ikut-ikutan.

– Pondok memiliki ide, nilai, lembaga. Idenya adalah mendidik umat. Nilai-nilainya adalah Panca Jiwa. Tidak boleh diubah, tidak boleh diganti. Lembaga tidak boleh berubah. Lembaganya Swasta. Kegiatannya menghidupkan kehidupan yang Islami dengan diisi Ilmu Pengetahuan Al-Qur’an dan Ilmu, dengan kemodernan.

– والناس ألف منهم كواحد، وواحد منهم كاألف إن أمر عنا
Teruskan perjuangan, jangan punya keinginan untuk berhenti.

– Kamu harus buka mata, buka telinga, buka hati, buka pikiran. Jangan sampai tertipu hanya karena gara-gara diberi kacamata hijau. Kacamata hijau itu adalah harta, tahta, wanita, berita, senjata, dll. ‘Sehingga lahan gersang dianggap subur’.

– Pimpinan Pondok TIDAK AKAN MENJUAL AGAMA, TIDAK AKAN MENJUAL PONDOK DENGAN APA SAJA.

– Yang mendirikan pergerakan Indonesia itu para ulama. Sehingga penjajah berusaha untuk memecah semua itu, adu domba, devide et impera, dll.
> Kacaukan
> Kendalikan
> Kuasai
> Kuras
> Mereka Kenyang Kita Klenger

– Penjajah tidak akan kenyang kalau tidak menjajah. Kekayaan Bumi dan seisinya ada di negeri Islam.

– Kalian adalah Mundzirul Qoum, jadilah orang yang menjadi mundzirul qoum. Mungkin 5 tahun lagi, 10 tahun lagi, 20, 50, 100, atau bahkan 309 tahun lagi seperti Ashhabul Kahfi.

 

About ikpmaceh

ikpmaceh
IKPM Gontor Aceh adalah cabang dari Pimpinan Pusat IKPM Gontor. Merupakan wadah penyatu Keluarga Besar Pondok Modern Darussalam Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *